• RSS
  • My Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Friday, 4 July 2008

CEWEK MEROKOK??

“Apa pendapat lo, tentang cewek yang merokok,” tanya seorang teman di Kancil, Kantin Cikologi (baca: psikologi) suatu malam. Saat itu jam istirahat kuliah. Di depan kami empat orang mahasiswi, teman sekelas di Psikologi Ekstensi UI sedang berkumpul menikmati hidangan kantin. Dua di antaranya merokok. Di beberapa bangku kantin lain beberapa mahasiswa dan mahasiswi dari fakultas sebelah, FISIP, juga tengah menikmati rokok sambil bermain kartu.

“Kalau aku, begitu tahu cewek itu merokok, biar dia cakepnya minta ampun, baiknya setengah mati, hancur semua pesonanya. Dia minus di mataku.” Kuhabiskan minumanku. Temanku jadi salah tingkah, karena dia sendiri seorang perokok.

***

Rokok akrab dengan dunia hitam dan abu-abu. Perempuan pelacur dan laki-laki pelacur sebagian besar perokok. Bahkan waria-waria juga kebanyakan merokok. Kalau ada yang bilang nggak merokok itu banci, mungkin yang ngomong begitu tolong periksa dulu tempat tongkrongan para banci, laki-laki kemayu berkosmetik tebal kebanyakan merokok. Mereka yang merokok itulah banci!

Dunia kriminal juga sering kita temukan berlatar asap rokok, lelaki berperilaku keras, sangar, labil, sebagian besar merokok. Mafia, perampok, pengedar narkoba, maling,Preman, tukang palak, germo, dan berbagai profesi buruk lainnya kebanyakan pelakunya merokok. Kita mengetahui hal ini dari pengalaman melihat langsung, menyaksikan di televisi, serta media-media lainnya. Pengalaman melihat dan mengamati ini terjadi berulang-ulang sehingga terbentuk persepsi negatif terhadap perokok. Kita yang tidak menyukai pelacuran, kekerasan, memberi label bahwa mereka yang merokok tak beda dengan pelacur, pelaku kekerasan dan tindakan asusila lainnya. Ketika mendapati seseorang merokok, kita tanpa sadar mengasosiasikannya, teringat pada pelaku dunia hitam dan abu-abu tersebut.

Khusus untuk cewek yang merokok, alam bawah sadar kita juga akan menyamakan si cewek dengan pelacur dan kawan-kawannya. Maka dari itulah, secantik apapun, sengetop apapaun seseorang, begitu kita tahu dia merokok, hancurlah kekaguman kita padanya. Untuk orang-orang yang pernah mendapat masalah dengan paru-parunya kebencian itu akan semakin berlipat-lipat.

Dunia periklanan berusaha mengubah citra buruk para perokok tersebut dengan menampilkan pria-pria berprestasi, berotak encer, petualang sejati, tangguh luar biasa, dan citra positif lainnya yang didamba banyak orang. Belakangan iklan rokok khusus perempuan juga marak. Perempuan cantik, berpenampilan menarik, terlihat seolah profesional dan high class dipilih sebagai modelnya. Para perokok sadar atau tidak ada yang merokok untuk mendapatkan kesan impian tersebut. Sayangnya citra positif itu hanya terbentuk saat merokok, tidak menjadi motivasi untuk berprestasi lebih baik ketika tidak merokok.

Dan realitanya, orang baik-baik dan berprestasi dunia akhirat jarang sekali yang merokok, apalagi perempuan. Merokok akan tetap identik dengan orang-orang terbuang, masyarakat kelas bawah dan mereka yang bergelut dengan dunia hitam. Maka bila ada perempuan baik-baik disebut pelacur hanya karena dia merokok, siapa yang salah? Diskusi kita akan semakin panjang sepertinya.

3 comments:

  1. Ada teman kantor gua, cantik, secara lelaki gua tertarik sama dia. Katanya dia merokok di rumah. Di kantor dia ga mau, walaupun ada tempat khusus. Kenapa ya? Apa karena ga mau dicap jelek?

    ReplyDelete
  2. manusia itu beragam. ilmu sosial itu 1+1 = banyak banget..
    memang banyak dampak buruk dr rokok, tetapi mnurut gw, ga bisa juga melihat sitiap perokok adalah selalu dekat dengan perbuatan kriminal atau yang melanggar norma. mengapa wajah cantik, cerdas, baik hati dan sifat2 mulia yg lain bisa hilang lantaran seseorang itu merokok?? kayanya rokok nya deh yang dibenci, bukan nyamber kepada "Siapa" nya. tetapi yaaa, gw sih menghormati juga bhwa ada n bahkan mgkin banyak juga yg mpunyai pemikiran spt anda.. thx

    ReplyDelete
  3. ehmm.....

    i do with u guys....

    Klo boleh jgn ngerokok dech,,,baik itu pria or wanita....

    ReplyDelete

Berikan Kesan Yang Membangun Kawan.....

About Me

I am 26 Years old, Born in one village in east of Region Bulukumba. Educational background Electrical Engineering at State Polytechnic of Ujung Pandang, & Continue to Bachelor Degree In UVRI Management, Economy Faculty. Now i am working at BUMN company (Tonasa Cement Plant)and Active in personal franchise business developer. So U can ask me and share in many things...telecomm,business,self improvement,religious, and Instrumentation Engineering.