• RSS
  • My Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Thursday, 18 August 2011

Mengapa di sunnahkan menikah setelah bulan ramadhan

Di hari ke 18 ramadhan, apakah semangat itu masih ada? semoga kita masih menjaga semangat itu, semangat menegakkan pundi-pundi ibadah ramadhan. Semoga kita semua tidak ada bolong hingga hari kemenangan tiba. Tapi godaan kan semakin merajalela, coba saja rekan ke mall, atau public area lainnya, banyak hal yang mengundang anda untuk membatalkan puasa terutama dibukanya tempat-tempat makan, walaupun kadang-kadang beberapa diantaranya memakai penutup kain. Pemandangan orang merokok, makan dan hal lain yang membatalkan puasa semakin banyak menjumpai kita, semoga iman kita tetap kokoh hingga 1 syawal nantinya,amin.
Jikalau tidak salah ingat, 4 malam yang lalu seorang ustad yang saya lupa namanya yang berceramah ramadhan di mesjid kompleks ku mengambil tema yang sangat jarang, bahkan ini pertamakali di kuping saya yaitu tentang perkara yang membatalkan puasa yang biasanya disebabkan oleh perut dan "di bawah perut". Dengan sedikit perubahan gaya bahasa, saya berusaha share ke rekan pembaca sekalian, puasa ramadhan adalah hukumnya wajib dan Tuhan hanya mengajak orang yang berakidah islam untuk berpuasa, sebagaimana ayat Allah dalam Surat Al Baqarah 183 yang intinya adalah ajakan kepada orang yang beriman untuk berpuasa sebagaimana ajakan kepada orang sebelum kita, agar kita memperoleh derajat taqwa. Sekiranya anda merasa orang yang bersyahadat, orang yang beriman, silahkan anda melanjutkan membaca tulisan ini, jika tidak silahkan lanjut saja kepostingan yang lain, hehe.
Anda orang beriman kan? anda wajib menahan semua perbuatan yang dapat membatalkan puasa anda. Pak ustad mengatakan jaga mulut [makan dan minum], jaga hati [amarah,dengki,hasut, dan perbuatan tercela yang lain],serta menjaga kemaluan [hubungan suami istri]. Kali ini saya ingin mengulang kembali ceramah tadi tentang perkara yang membatalkan puasa untuk hal yang terakhir. Yup, berhubungan sex/berjima bagi yang sudah halal [suami istri] disiang hari dengan sengaja hukumnya membatalkan puasa, bagi yang bukan suami istri? sudah sangat jelas dosa besar sob, jangan sampai deh, Naudzubillah Mindzalik.
Rekan pembaca sekalian, coba kita renungi salah satu hadits Rasul berikut ini:
"Siapa yangmembatalkan puasa 1 hari di bulan Ramadhan tanpa rukhshah (keringanan) atau sakit, tidak akan tergantikan walaupun dengan puasa selamanya, meski dia berpuasa. (HR Tirmizy, Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasai)"

Jelas kan membatalkan puasa di bulan ramadhan dengan sengaja adalah hal yang sangat dilarang, tidak akan tergantikan puasa pada hari itu di hari yang lain walaupun dengan puasa selamanya.
Pak ustad mengambil tema yang jarang menurut saya, beliau berkata bahwa penyebab batalnya puasa kebanyakan selain makan dan minum adalah berhubungan suami istri terutama pengantin baru. Beliau berujar tentang pengalaman nyata beliau", saya punya rekan sesama ustad yang pengantin baru (menikah seminggu sebelum ramadhan), karena gelora yang sangat luar biasa bagi pengantin bari akhirnya jebol deh puasanya. Beliau yang batal puasa ini curhat kepada pak ustad tentang kecerobohannya, dan pada akhir pembicaraan pak ustad menyarankan untuk menggantinya selama 2 bulan berturut-turut di luar bulan Ramadhan.
Dalam ceramahnya, beliau tidak menyalahkan rekannya itu secara langsung atau bahkan menghakiminya, karena memang sebagai pengantin baru berjima' adalah hal yang hampir setiap waktu ada dalam pikiran suami istri tidak hanya di malam hari, siang hari pun dalam kondisi berpuasa kadang hal itu juga terjadi.
Oleh karenanya Rasulullah yang mulia pernah menyampaikan kepada sahabat, bahwa menikah menjelang datangnya bulan suci adalah makruh (lebih baik tidak dilakukan, tetapi tidak haram), karena Rasul sudah memprediksi umatnya akan melakukan hal yang tidak pantas dilakukan orang yang berpuasa. Beliau melanjutkan lagi, menikah justru di sunnahkan (sangat dianjurkan) di bulan syawal, atau seusai lebaran. Saya yang masih bujangan pun mengangguk-angguk mengerti dan insya Allah jika waktunya tiba akan menikah setelah lebaran. Sungguh sangat berbahaya menikah menjelang ramadhan, godaan untuk berjima' begitu besar (bukan datang dari syaitho) tetapi datang dari diri sendiri yang memang kita adalah mahluk normal, mahluk yang memiliki nafsu, yang manakala berdua-duaan dengan lawan jenis akan terjadi hal yang tidak diinginkan itu. Dengan senyum simpul saya pun berdo'a untuk dihindarkan dari perkara yang bisa membatalkan puasa ini.
Ditambahkan pula, termasuk melihat gambar-gambar, teks, dan hal lain yang mengundang syahwat kita juga sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi kadar puasa kita bahkan bisa membatalkan puasa kita. SMS / BBM-an pacar "sayang-sayangan"sedapat mungkin dipending ke malam hari atau setidaknya hingga lebaran usai.
Semoga ilmu yang saya sharingkan bisa bermanfaat bagi kita semua, terutama pengantin baru agar kita bisa memuliakan Ramadhan dengan menjaga kesucian di dalamnya.
_____________________________________________
Postingan Menarik Lainnya
1. Bocah Misterius yang menyadarkan Luqman
2. Tips Mudik Sedunia Bagi Pemudik Darat
Semoga bermanfaat

0 comments:

Post a Comment

Berikan Kesan Yang Membangun Kawan.....

About Me

I am 26 Years old, Born in one village in east of Region Bulukumba. Educational background Electrical Engineering at State Polytechnic of Ujung Pandang, & Continue to Bachelor Degree In UVRI Management, Economy Faculty. Now i am working at BUMN company (Tonasa Cement Plant)and Active in personal franchise business developer. So U can ask me and share in many things...telecomm,business,self improvement,religious, and Instrumentation Engineering.