• RSS
  • My Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Thursday, 20 January 2011

Hati-hati di Jalan!! (refleksi ledakan emosi)


Lalu lintas jalanan mulai memanas,

realita kembali menunjukkan taringnya,

ingatlah hai kalian, kami tak kan diam saja.

belum sembuh luka lama yang kalian torehkan untuk kami,

dan sekarang mau kau injak injak lagi kami..!!!

apa kalian belum cukup puas?!

membuat kami memeras keringat berjuang demi orang orang yang kami cintai.

tak cukupkah badan yang kurus ini menunjukkan kalau kami butuh makan?

kulit yang hitam ini untuk banyak keringat yang terbuang?

satu per satu orang orang yang kami cintai mati dalam perjuangannya.

kesehatan yang tak lagi terhirau, terlalu banyak toleransi untuk kalian,

kami biarkan kalian menggunakan jalan untuk kalian lalui dengan gerobak mesin beroda empat kalian.

kemudian kata kalian, sekarang jalanan itu tak cukup lagi,

dan kami terpaksa pindah, demi lintasan gerobak kalian.

kami digusur!!

tak punya sertifikat, penduduk liar, dan berjuta alasan kalian suarakan.

kalian mulai menunjukkan banyak lembaran yang kalian jadikan alasan.

tak sadarkah kalian, kalian membuat kami tidak sekolah.

darimana kami bisa paham isi lembaran lembaran itu?

dulu kalian selalu datang dengan banyak janji mensejahterakan kami.

sekarang, kalian datang dengan lembaran yang kami tidak mengerti, untuk mengusir kami.

hebatnya kalian bersilat lidah, lantas kami bertanya "kemana lagi kami harus pindah?"

jawab kalian "yang penting pindah. kemanapun itu pokoknya tidak disini."

sungguh jawaban tak bertanggung jawab!

oleh kalian, kami tak diberikan kesempatan untuk sekolah.

kami mengalah, biarlah dengan pengetahuan yang ada kami bertahan hidup.

mungkin kalian tidak puas, perlahan sumber sumber pertahanan hidup kami mulai kalian rampas.

Tempat tinggal yang digusur tanpa rasa kemanusiaan, harga bahan pangan yang semakin melejit, laut dan sungai yang penuh limbah, pohon pohon yang ditebang, dan masih banyak lagi.

apa lagi yang harus kami lakukan, hai kalian!!

kami dimusnahkan secara perlahan tapi pasti, seolah hanya kalianlah yang pantas untuk hidup.

semakin hari semakin banyak torehan luka ditubuh ini, dan kami sudah cukup tersiksa.

ditengah kesempitan ini, kami belajar banyak dari perlakuan kalian.

kami terpaksa beradaptasi dengan gaya monopoli kalian.

mungkin kami harus bertahan hidup dengan cara yang sama.

jangan salahkan kami hai kalian, ketika posisi akan berbalik pada generasi kalian selanjutnya.

Pesan kami, berhati-hatilah kalian di jalan!

oleh Ira Andi 

10 comments:

  1. ...kalo tikungan jangan lupa belok...:p..

    ReplyDelete
  2. suara hati darikaum yang temarginal.. hmmm.. semoga mereka mendengarkannya, tidak cuma membahas gayus mulu... hehehe

    ReplyDelete
  3. apakah makassar senantiasa membara mas ya?!?!

    ReplyDelete
  4. @ Tukang Colong : Yuppi bro klo ndak bisa berabe..hehe

    @Nyayu : Betul..betul....kritikan hanya mampu dilakukan by blog ...yah semoga ada manfaatnya

    ReplyDelete
  5. @ Majalah Masjid : Hehe itu cuma media aja yg melebih2kan,,,mmg klo ada demo kadang ricuh tp kan hampir dimn2 demo ricuh mas...

    99% Makassar aman koq...
    cuma dialek nya aja yg agak kasar dibandingkan dengan dialek jawa....

    ReplyDelete
  6. @sang cerpenis : Selamat Sore.....
    menjelang malam....

    ReplyDelete
  7. ini salah satu upaya menyuarakan suara masyarakat bawah?
    ayo semangat
    semoga pejabat2 itu ga budek

    ReplyDelete
  8. mbok iia jgn di jadikan kenyataan tokh kang ati2 di jalannya (ntar pulang lewat mana gtu*), jd kan ini pengingat tuk mereka, gag perlu jadi anarkis :) semangadd!!!

    ReplyDelete
  9. @Attayaya: Yup ..semoga Indonesia punya pemimpin yg lebih baik kedepannya..amin

    @Genial : Semangat !!!no anarchy!!!

    ReplyDelete

Berikan Kesan Yang Membangun Kawan.....

About Me

I am 26 Years old, Born in one village in east of Region Bulukumba. Educational background Electrical Engineering at State Polytechnic of Ujung Pandang, & Continue to Bachelor Degree In UVRI Management, Economy Faculty. Now i am working at BUMN company (Tonasa Cement Plant)and Active in personal franchise business developer. So U can ask me and share in many things...telecomm,business,self improvement,religious, and Instrumentation Engineering.